Jangan Bingung! Ini 6 Solusi Mengatasi Balita yang Susah Makan

Solusi Mengatasi Balita yang Susah Makan

Usia balita adalah saat-saat di mana si buah hati sangat senang bermain. Karena terlalu bersemangat dalam bermain, ia jadi tak tertarik pada makanan. Tak jarang anak usia balita susah makan. Persoalan susah makan pada balita ini perlu Anda perhatikan karena menyangkut proses tumbuh kembangnya.

Asupan gizi yang berguna untuk energi dan proses metabolisme tubuh dapat terganggu apabila anak susah makan. Di samping itu, makanan bergizi yang diperoleh melalui menu seimbang balita sangat dianjurkan. Lalu, bagaimana mengatasinya? Berikut ini adalah 6 solusi untuk mengatasi balita yang susah makan.

  1. Terapkan Jadwal Makan

Penerapan jadwal makan tentu tidak hanya berlaku bagi orang dewasa. Balita juga memerlukan jadwal makan yang teratur setiap harinya agar mampu memenuhi setiap kebutuhan gizinya. Usahakan balita makan sebanyak 3 kali dalam sehari, sehingga keperluan nutrisinya bisa terpenuhi dengan baik.

Memberikan makan saat balita lapar juga merupakan salah satu cara agar ia tidak menolak makanan. Untuk itu, saat pagi, siang, dan malam sebelum jam 8, merupakan saat yang tepat guna memberikan makan pada balita karena itulah saat ia merasa lapar. Lakukan hal ini setiap hari agar balita mampu beradaptasi dan segera terbiasa untuk makan teratur.

  1. Buatlah Suasana Menarik Saat Makan

Suasana sangat berpengaruh terhadap mood balita, termasuk suasana saat makan. Balita menginginkan keadaan yang nyaman untuk setiap aktivitasnya. Bagaimana menciptakan suasana yang baik untuk balita agar ia selalu good mood saat makan? Anda bisa membuat acara makan bersama keluarga ataupun membuat acara makan sambil bermain. Jika punya taman di rumah atau dekat dengan taman, Anda dapat mengajak si kecil untuk makan di taman, seperti layaknya sebuah camping.

  1. Hindari Porsi Terlalu Banyak

Porsi makan yang terlalu banyak tidak dianjurkan. Anda cukup memberikan porsi makan yang sesuai dengan usia balita dan keperluannya terhadap nutrisi. Makanan yang melebihi porsi akan tampak banyak dan menyebabkan balita menolak untuk makan. Untuk itu, siapkan porsi yang sesuai dengan menu seimbang agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dengan baik.

  1. Berikan Variasi Menu Bernutrisi

Menu yang bernutrisi sangat dibutuhkan setiap orang, termasuk balita. Pada usia emasnya di bawah lima tahun, sudah seharusnya anak balita mendapatkan asupan makanan yang layak dan sesuai dengan perkembangan usianya.

Persoalan balita susah makan harus segera ditangani dengan memberikan variasi menu bernutrisi. Usahakan membuat menu yang berbeda saat makan pagi, siang, dan malam. Kreasikan menu dan sajikan menu agar tampak menarik bagi balita.

  1. Berikan Camilan Sehat

Jika balita susah makan, Anda bisa memberikan camilan sehat, mengandung gizi baik, serta lebih menarik, sebagai pengganti makan saat ia benar-benar susah makan. Camilan sehat tersebut berupa buah-buahan ataupun biskuit khusus balita yang bernutrisi. Dengan memberikan camilan sehat sekaligus bernutrisi ini, si kecil tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi, memperoleh energi, serta mampu beraktivitas kembali dengan riang dan sehat.

  1. Terapkan Motivasi

Motivasi sangat diperlukan oleh balita agar mau makan secara teratur. Sebagai orang tua, Anda harus bersabar dalam membujuk si kecil. Pada usia balita, anak yang malas makan perlu terus dibujuk dengan perlahan agar tidak selalu menolak makanan yang diberikan.

Mulailah membujuknya dengan kata-kata manis dan pujian, sehingga balita akan luluh dan mulai menuruti kata-kata Anda. Selalulah tersenyum dan jangan membentak saat ia lagi-lagi menolak untuk makan. intinya, jangan bosan untuk membujuknya. Oke?

Susah makan pada balita dapat diatasi dengan 6 butir solusi tersebut. Anda dapat mencoba menerapkan setiap cara tersebut agar si buah hati mau makan secara teratur. Menu seimbang balita juga harus diterapkan agar memenuhi tingkat nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Jika asupan nutrisinya terpenuhi, maka kesehatan tubuh tentu akan tetap prima.

Si kecil pun dapat kembali beraktivitas dengan riang. Proses tumbuh kembangnya juga dapat berjalan secara optimal. Untuk itu, teruslah memotivasi anak balita agar mau makan demi kebutuhan pentingnya.